Masuk

Ingat Saya

Lawan Teroris dengan Kritis

Banyak cara yang dilakukan pelaku teror di indonesia dalam agenda penyebaran teror pada generasi muda. Mulai dengan cara memasuki ranah lingkungan anak muda, masuk dalam lingkup agama yang notabane nya adalah wilayah yang sensitif kemudian masuk lewat jalur pendidikan dengan menunggangi janji surga dibelakangnya. lewat tulisan ini, saya mencoba menbangkitkan nalar kepada anak muda sekalian bahwa mencapai surga itu kuncinya satu yaitu shalat. anggapan yang berkembang dewasa ini, bahwa untuk dapat membangun surga di akhirat kelak harus dengan jihad yakni dengan cara memerangi kaum kafir. berbagai media dilakukan mulai dari pengeboman, menembaki secara membabi buta kemudian menjalankan fitnah-fitnah agama lainyang membawa agama islam di dalamnya.

Anak muda coba gunakan nalar kalian, bukankah kalian manusia bermoral yang diberi berkah oleh tuhan yaitu akal fikiran serta hati/perasaan. masih berfikir cara-cara radikal ini akan membantu kalian membangun surga di akhirat kelak. manusia di seluruh dunia adalah sama, mereka sama sama terlahir dari rahim orang tua, sama sama bekerja, sama sama belajar, kemudian sama sama bermasyarakat. Anak muda coba gunakan akal fikiran kritis kalian, bukankah anak muda adalah penggagas seperti apa yang telah dilakukan pada sumpah pemuda, bukankah anak anak muda adalah pengguncang dunia seperti isi pidato Soekarno, bukankah anak muda sang penghancur dari keserakahan kekuasaan yang tergambar pada 1998. saya rasa anak muda akan jauh berfikir kritis menggunakan buku, kajian, lingkungan dan juga teknologi. Sebagai agent of change sudah sepatutnya anak muda secara bersama-sama melakukan perubahan yang fundamental guna menjauhkan terorisme dalam doktrin doktrin atas nama jihad, agam dan surga.

Melawan teroris bukan hanya bicara sejauh apa kalian siap angkat senjata pula seperti apa yang mereka lakukan, tapi lebih jauh melawan teroris dengan cara terpuji dan kritis. Membordardir dengan teknologi misalnya merupakan cara jitu anak muda untuk dapat menyebarkan kebenciannya terhadap terorisme, ada juga dengan menggunakan buku atau karya yang dapat kalian kaji dari tindakan-tindakan terorisme itu sendiri yang sudah banyak memakan korban tidak berdosa. gunakan buku yang sudah kalian baca, saring info dari orang yang baru kalian kenal, dan kritisi apa yang menurut norma dan nilai itu sudah menyimpang. Dan anggap saja teroris adalah musuh besar kita semua, dan kita berkewajiban memeranginya. Kritis lah, bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan kebencian.

#DamaiDalamSumpahPemuda

Oleh : Bakti Saputra