Masuk

Ingat Saya

Teroris Pintar Tanpa Belajar !!

Teroris di telinga masyarakat indonesia sudah tidak lagi asing. Banyak pandangan mengenai teroris. Teroris yang selalu dipikirkan kejam jahat dan memiliki kelakuan seperti manusia tak beragama, tidak mempunyai perasaan terhadap antar manusia lainnya. Memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa dengan membunuh dan membasmikan manusia yang di anggap sebagai penjahat perusak yang ada di dunia lah yang menjadi keyakinan utama dalam melakukan tindak kekerasan. Sebagian besar telah terungkap bahwa teroris adalah pemeluk agama islam dimana kaum yang terdapat dalam golongan ini memiliki keyakinan yang sama dalam menjalankan misi pembrantasan manusia yang memberi dampak buruk untuk agama yang mereka anut. Teroris yang dipandang sebagai biang dari keonaran yang terjadi di berbagai negara tetangga menjadikan image buruk terhadap pemeluk agama islam. Dimana-mana di serukan bahwa kaum beragama islam adalah teroris. Di Amerika misalnya kaum beragama islam tidak berani menggunakan hijab karena akan dikucilkan dan di anggap teroris oleh masyarakat Amerika. Secara tidak langsung keamaan dan hak asasi beragama dibatasi disana. Untuk melakukan hal kecil yakni berhijab untuk kaum wanita pun di batasi bahkan dilarang.

Melihat fenomena yang terjadi saat ini teroris di kaitkan dengan kata bom dan islam. Mengapa seperti itu? Teroris identik dengan kata bom karena setiap terjadi pengeboman dimana pun itu dianggap aksi teroris, dan banyak asumsi bahwa teroris adalah kaum beragama islam. Sungguh hina bila agama islam yang sangat mulia ini dikaitkan dengan tindakan yang sangat hina dan banyak membuat kerugian bahwa menghilangkan nyawa. Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam tentunya tidak luput dari perhatian negara lain. Indonesiapun ikut di anggap sebagai pencetak teroris cukup banyak. Bagaimana dengan kita kaum muda apakah tetap membiarkan teroris tetap lahir dan muncul di indonesia? Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah hal itu. Tidak mencegah tetapi setidaknya kita dapat meningkatkan kesadaran antar kaum muda itu sendiri untuk tidak menutup diri dari berbagai arah pergaulan. Disini saya berasumsi bahwa teroris muncul dan menjadi sebuah keyakinan karena doktrin dari satu pihak dan tidak menerima doktrin dari pihak lain sehingga dengan satu keyakinan tidak ada pertimbangan lain baik buruk atas sebuah hal yang dilakukan. Mengapa dikatakan demikian? Saya beranggapan bahwa banyak orang yang berkecimpung dalam dunia teroris ini cendrung tertutup, tertutup dalam hal pergaulan, bahkan dalam berbagai hal. Jadi mereka hanya memakan mentah-mentah pelajaran yang mereka dapat dari satu pihak tanpa berpikir masih banyak sumber informasi dan pelajaran diluar sana yang bisa kita jadikan perbandingan baik buruk dari ilmu dan pengetahuan yang sudah didapatkan. Sebagai kaum muda yang berpendidikan dan banyak mengerti tentang ilmu pengetahuan sudahlah menjadi tugas kita untuk melakukan pencegahan terhadap teroris mulai dari lingkungan sekitar. Dengan melakukan hal kecil diharapkan banyak manfaat untuk hari ke depan yang lebih baik.

Mulailah dari sekarang untuk menyaring informasi dan kajian keilmuan yang dianggap baik untuk kehidupan yang abadi di akhirat namun pikirkan toleransi antar manusia yang sedang kita jalani di dunia ini. Mulailah membuka pikiran untuk menerima doktrin dari berbagai pihak tidak hanya dari satu pihak agar dapat menjadi pertimbangan baik buruk suatu hal dalam kehidupan.

#DamaiDalamSumpahPemuda

Oleh : Bakti Saputra